Ayah dan Anak Rebutan Janda Muda


Seorang ayah dan anak diketahui berebut janda muda Balikpapan hingga berujung pembunuhan secara tragis.

Zahiruddin (33) dan ayahnya terlibat cinta segitiga dengan janda muda Balikpapan bernama Nursiah (33).

Namun, cinta segitiga itu berujung pembunuhan terhadap janda muda yang memiliki tiga anak tersebut.

Pelakunya tak lain adalah Zahiruddin yang merasa cemburu. Zahiruddin mengaku sudah menjalin asmara dengan Nursiah sekitar sembilan bulan ini.

Namun, Zahiruddin merasa cemburu dan marah ketika mengetahui Nursiah sudah menikah dengan ayahnya.

ahiruddin (33) warga Karang Anyar Balikpapan Barat ditangkap Tim beruang hitam Polresta Balikpapan usai menghabisi nyawa kekasih. (HO/ Humas Polres)

Kemarahan itu berujung pembunuhan terhadap Nursiah.

Peritiwa pembunuhan itu pun terjadi di rumah kontrakannya di kawasan Jalan Siaga RT 24 Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Kota, Selasa (14/1/2019).

Nursiah tewas bersimbah darah setelah dihujani tusukan pisau badik oleh Zahiruddin.

Zahiruddin menghabisi nyawa janda tiga Anak itu sekira pukul 13:30 Wita di atas rumah kayu tepatnya di lantai dua.

Saat itu kondisi rumah kontrakan korban Sedang sepi. Sehingga dengan leluasa pelaku beraksi hingga menewaskan korban.

Tetangga rumah korban juga mengaku sempat mendengar ada suara benturan dinding rumah kayu yang cukup keras secara berulang-ulang.

Namun tetangga takut untuk datang melihat hingga akhirnya menghubungi ketua RT yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

Sesampainya di sana, ketua RT dan warga sekitar mendapati korban dalam keadaan tengkurap serta berlumuran darah di sekujur tubuhnya.

Warga sekitar pun langsung berupaya melakukan pertolongan dengan membawa korban di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Namun sayangnya tak berlangsung lama sampai di rumah sakit, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Saya kemarin itu gak tau juga awalnya, saya dikasi tau oleh warga saya katanya coba dicek dulu ada apa di rumah itu kok grusak grusuk seperti ada orang kelahi begitu.


Suasana rumah duka tampak keluarga almarhumah sang janda NS, korban pembunuhan oleh kekasihnya sendiri di Jl. Siaga RT 24 Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Kota. (TribunKaltim.Co/Zainul)

Ya saya cek lah ke rumah itu dan betapa kagetnya saya lihat si korban itu sudah berlumuran darah di sekujur tubuhnya.

Kita angkat rame-rame lalu kita turunkan di bawah sini kemudian kita bawa ke rumah sakit," kata ketua RT 24 Kelurahan Damai, Samsudin

Lebih lanjut Samsudin menjelaskan bahwa pelaku dan korban memang terlihat dekat.

"Dengar-dengar dari orang lain betul apa tidak pelaku dan korban itu mereka pacaran dan memang pelaku itu beberapa kali memang sering saya lihat ke situ," lanjutnya

Sementara itu, rumah korban yang merupakan tempat yang dijadikan pelaku saat menghabisi nyawa korban terlihat disegel dan dipasang garis polisi.

Sementara disekitar teras rumah bagian atas dan tangga rumah masih terdapat bekas darah korban yang sudah mengering.

Rumah tersebut berbahan dasar kayu dan terdiri dua lantai dengan pintu yang berbeda.

Khusus di lantai dua yang merupakan tempat tinggal korban juga memiliki akses tangga sendiri sehingga bagi warga yang bertamu bisa leluasa keluar masuk rumah.

Pelaku Sempat Kabur
Zahiruddin (33) warga Karang Anyar Balikpapan Barat ditangkap Tim beruang hitam Polresta Balikpapan usai menghabisi nyawa kekasih.
Zahiruddin (33) warga Karang Anyar Balikpapan Barat ditangkap Tim beruang hitam Polresta Balikpapan usai menghabisi nyawa kekasih. (HO/ Humas Polres)

Setelah menghabisi nyawa janda tiga anak itu, Zahiruddin langsung melarikan diri ke kawasan Karang Anyar Balikpapan Barat.

Hal ini untuk kemudian menyeberang di kawasan Penajam Paser Utara.

Namun belum sempat kabur lebih jauh, pria bertato itu lebih dulu diamankan polisi dari tim beruang hitam Polresta Balikpapan.

Setelah ditangkap polisi, Zahiruddin mengaku bahwa dia membunuh kekasihnya lantaran sakit hati kepada sang kekasih yang berselingkuh.

Yang membuat dia semakin kesal karena ternyata sang kekasih bahkan sudah menikah dengan pria yang dekat dengan Zahiruddin, yaitu ayahnya sendiri bernama Ibramsyah (53).

"Saya sudah sekitar 9 bulan yang lalu pacaran sama dia (korban) tapi saya jengkel dia malah selingkuh dan selingkuhnya dengan bapak saya," ungkapnya.

"Awalnya niat saya baik mau ngasi tau secara orang dewasa pilih bapak saya atau pilih saya tapi dia malah bentak-bentak," lanjutnya.

Pelaku pakai narkoba

Dari hasil pemeriksaan sementara oleh kepolisian, pelaku ternyata juga diketahui sebagai pemakai narkoba.

Bahkan saat melakukan aksi penganiyaan yang berujung pada kematian terhadap korban.

Pelaku saat itu masih di bawah pengaruh narkoba.

"Ya pelaku ini memang juga pemakai narkoba ternyata dia baru saja mengkonsumsi narkoba.

Sebelum kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban," kata Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi.

Bahkan kata Kombes Pol Turmudi pelaku masih di bawah pengaruh narkoba saat ditangkap polisi, sehingga dia nekat mengancam petugas saat dilakukan penangkapan.

"Jadi dia habis nyabu waktu itu makanya dia berani sama petugas. Ini akan kita kembangkan darimana dia dapat barang itu," katanya.

"Itu narkobanya dia ambil di gunung, gunung Bugis ada teman pelaku yang jual di sana, namanya Isman," katanya.

Saat digiring petugas menuju halaman kantor Mapolresta Balikpapan yang merupakan tempat pelaksanaan kegiatan rilis, Zahiruddin terlihat menggunakan kursi roda.

Didorong oleh petugas lantaran kedua kakinya lumpuh usai dihadiahi timah panas akibat melakukan perlawanan kepada petugas saat dilakukan penangkapan.

Ayah Korban Ceritakan Keseharian Anaknya

Ayah Korban Ceritakan Keseharian Anaknya
Zaharuddin, pelaku pembunuhan janda muda di Balikpapan.
Zaharuddin, pelaku pembunuhan janda muda di Balikpapan. (Tribun Kaltim)

Korban diketahui meninggalkan tiga anaknya yang rata-rata masih sekolah.

Anak korban yang paling kecil masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas 2.

Sementara Anak yang paling tua masih kelas 1 SMP.

Menurut pengakuan ayah korban, bernama Ihram (54), korban bekerja sendiri mencari nafkah.

Untuk menghidupi ketiga orang anaknya setelah ditinggalkan oleh suaminya sekitar dua tahun yang lalu.

"Anaknya itu tiga orang kasian paling kecil kelas 2 SD. Paling besar kakaknya kelas 1 SMP," katanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Lebih lanjut ia menjelaskan semasa hidup anaknya tidak pernah terlibat permasalahan serius dengan dirinya.

"Dia itu gak pernah bermasalah sama saya karena kan dia fokus cari kerja buat biayai anak-anaknya," lanjutnya.

Sang ayah korban pun berharap, pihak berwajib dapat melakukan pemberian hukum yang sepadan dengan anaknya.

"Saya berharap polisi bisa berlaku adil tindak pelaku sesuai hukum yang berlaku," harapannya.

0 Response to "Ayah dan Anak Rebutan Janda Muda"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel