2035 Cilacap Bakal Tidak Punya Generasi Petani, Petani Rata-Rata Berumur 45 - 75 Tahun

Modernisasi Pertanian Sasar Petani Millenial
Modernisasi Pertanian Sasar Petani Millenial

CILACAP – Para petani milenial di Kabupaten Cilacap dihimbau terus meningkatkan kemampuan. Tidak hanya mengenal tata cara budidaya tanaman yang baik, mereka juga harus mengenal strategi kewirausahaan dan pemasaran online, untuk mendukung cita cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Hal ini menjadi pokok materi yang disampaikan dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Petani Indonesia, yang digelar Politeknik Pengembangan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karangpucung, Selasa (18/2).

Ketua Bimtek Polbangtan Yoma, Budi Wijayanto seperti dilansir website dispertan.cilacapkab.go.id menjelaskan sejumlah materi yang disampaikan pada peserta meliputi arah kebijakan pembangunan SDM pertanian, kewirausahaan, dinamika dan penguatan kelompok, pemasaran online.

“Termasuk digitalisasi pertanian, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian produksi tanaman pangan. Harapanya tak hanya menjadi petani yang biasa-biasa saja sekadar menanam tanaman. Tapi harus memiliki kemampuan kewirausahaan dan pemasaran online,” kata Budi Wijayanto.

Sementara itu, Fungsional Penyuluh Pertanian Kabupaten Cilacap, Pajarno mengatakan jika BPP Karangpucung dan BPP lainnya di Cilacap sudah mulai melakukan kegiatan Komando strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

“Peran Kostratani salah satunya menjadi pusat pembelajaran, dan Pertanian Cilacap merupakan Kostratani wilayah koordinasi Polbangtan YoMa,” ujarnya.

Tindak lanjut dari bimbingan teknis, lanjutnya, adalah pembentukan kelompok usaha bersama untuk melakukan usaha tani modern yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dengan begitu diharapkan akan berdampak pada peningkatan kapasitas petani milenial menjadi berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis.

Kepala Seksi Metode dan Informasi Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Fery Puspito Aji menyampaikan beberapa upaya telah dilakukan untuk mendorong petani muda untuk berkarya di sektor pertanian. Seperti lapak petani, pengembangan desa agrowisata dan digitalisasi sektor pertanian.

Program lapak petani diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani, dengan memangkas jalur distribusi petani dapat menjual produknya dengan harga kompetitif. Peluang usaha di sektor pertanian sangat terbuka melalui modernisasi pertanian.

‘’Generasi muda petani merupakan kunci dan modernisasi adalah solusi untuk menarik generasi muda untuk terlibat dalam bisnis pertanian. Petani muda bisa sukses dengan keberanian memulai, melaksanakan ide yang out of the box dan aktif melibatkan masyarakat sekitar,’’ kata Fery.(*)

Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap

0 Response to "2035 Cilacap Bakal Tidak Punya Generasi Petani, Petani Rata-Rata Berumur 45 - 75 Tahun"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel