Iklan

Kasus Kemaluan Balita Berdarah, Pelaku Kakak Ipar

 Pelaku kasus balita berusia 16 bulan
Ilustrasi
TASIKMALAYA- Pelaku kasus balita berusia 16 bulan yang diketahui kemaluannya berdarah, dari Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, terungkap.

Balita itu ternyata diduga dianiaya kakak ipar, suami kakak sambungnya sendiri.

Tersangka pelaku berinisial O (35) telah diamankan di sel Mapolres Tasikmalaya Kota. Ia mengakui segala perbuatannya.

Kepada polisi, kakak ipar itu mengaku kesal terhadap korban yang kerap menangis.

"Tersangka O telah diamankan dan mengakui perbuatannya," kata Kasatreskrim, AKP Dadang Soediantoro, Minggu (2/2/2020).

Tersangka bakal dikenakan pasal 82 dan atau 80 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

kedua orang tua korban di sebuah rumah yang sempit.

"Rupanya tersangka sering dibuat kesal oleh tangisan korban. Ketika kedua orang tua korban tengah beres-beres, tersangka masuk kamar dan memukul korban serta jari tangannya dimasukkan ke dalam kemaluan korban hingga berdarah," ujar Dadang.

Korban kemudian menangis kesakitan dan tersangka langsung kabur. Ibu korban terkejut mendapati anak bungsunya itu mengeluarkan darah dari kemaluannya. Kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke polisi.

"Karena tak ada orang lain di rumah, kami fokus ke tersangka dan dimintai keterangan. Awalnya sebagai saksi tapi setelah kami desak akhirnya ia mengakui perbuatannya," kata Dadang.

Sebelumnya, balita berusia 16 bulan di Kabupaten Tasikmalaya itu diduga sebagai korban pencabulan.

Balita yang datang dari keluarga kurang mampu ini, bernasib mengenaskan. Diduga telah menjadi korban pencabulan anggota keluarga dekat.

"Peristiwanya terjadi Senin (13/1/2020). Sudah dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota dan hingga kini masih dalam pengusutan," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Selasa (21/1/2020).

Ato mengungkapkan, rumah orang tua korban dihuni oleh dua keluarga. Selain kedua orang tua korban, di rumah itu pun ada pasangan suami istri yang dimana istrinya merupakan kakak korban.

"Nah pada hari Senin itu orang tua korban mau pindah rumah, dan ibu korban beres-beres barang yang akan dibawa. Sementara ayahnya tengah bekerja serabutan," kata Ato Rinanto.

Pada saat membereskan barang-barang itu, korban ditinggal tidur di dalam kamar.

"Setelah selesai beres-beres barang, ibu korban bermaksud menggendong korban. Tapi ternyata korban menangis dan dari kemaluannya keluar darah," ujar Ato Rinanto.

"Di situ diperiksa, ternyata darah itu memang keluar dari dalam kemaluan korban. Kami yang mendapat laporan kejadian itu, langsung melakukan pendampingan," kata Ato Rinanto.

Korban dibawa ke RSU SMC Singaparna untuk mendapat perawatan sekaligus visum. Sementara ibu korban melaporkan kejadian itu ke Polres Tasikmalaya Kota.

"Melihat kronologis yang ada, warga menduga kuat terduga pelaku adalah kakak ipar korban. Usianya sekitar 35 tahun. Saat ini diamankan pihak keluarga untuk menghindari aksi main hakim sendiri," ujar Ato Rinanto.


0 Response to "Kasus Kemaluan Balita Berdarah, Pelaku Kakak Ipar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel