Forkopimda Cilacap Lakukan Desinfeksi Massal, 43 Kendaraan Dikerahkan

Seluruh penjuru Kota Cilacap, Jumat (27/3) didesinfeksi massal. Penyemprotan dilakukan menggunakan kendaran water canon dan armada pemadam kebakaran. 

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama jajaran Forkopimda menunjukkan keseriusannya terhadap penanggulangan wabah Covid-19 di wilayahnya. Komitmen ini ditunjukkan melalui kegiatan penyemprotan massal di wilayah eks Kotip Cilacap, Jumat (27/3) pagi.

Kegiatan ini didukung 7 unit kendaraan pemadam kebakaran, 6 unit ambulans, 10 unit kendaraan operasional, dan 10 unit sepeda bermotor. Petugas menyusuri rute melalui Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Katamso – Jl. Suprapto – Jl. S. Parman – Jl. Jenderal Sudirman – Jl. Dr. Wahidin – Jl. Sutoyo – Jl. A. Yani, dan kembali ke Alun Alun Cilacap.
Baca juga : Cegah Covid-19, Diskominfo Cilacap Disemprot Disinfektan

Acara diawali apel pagi bersama, diikuti petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, serta perwakilan perusahaan daerah dan BUMN. Pada kesempatan ini diserahkan pula secara simbolis bantuan berupa tiga unit ambulans untuk Puskesmas Kesugihan II, Majenang I, dan Dayaeuhluhur II.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap, Yuliaman Sutrisno dalam laporannya menjelaskan menjelaskan, penyemprotan massal dan Sosialisasi Maklumat Kapolri dan Himbauan Bupati ini didasari Keputusan Bupati Nomor 440/486 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan terimakasih atas partisipasi dan keterlibatan seluruh pihak, dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19. Bupati mengimbau agar seluruh stakeholder meningkatkan kekompakan dan menjaga kebersamaan.

“Sosialisasi masyarakat itu penting. Buat apa penyemprotan, desinfeksi, kalau masyarakat tidak mau menjaga kebersihan, menerapkan social distancing, ada yang masih berkerumun. Ini penting”, tegasnya.

Oleh karena itu, Bupati membutuhkan peran serta seluruh jajaran Forkopimda dan stakeholder untuk mengedukasi masyarakat. Termasuk diantaranya pelarangan mudik sementara, bagi warga yang kini tengah berada di luar kota.

Namun yang disayangkan, masih banyak masyarakat yang belum mengerti. Terbukti, berdasarkan laporan dari Camat di masing-masing wilayah sejak Kamis (26/3) pukul 18.00 WIB hingga Jumat (27/3) pukul 06.00 WIB, ada sekitar 5.000 warga Cilacap yang kembali dari luar kita.

“Ini merupakan potensi ancaman, yang memerlukan keterlibatan seluruh pihak untuk menanggulamnginya”, jelas Bupati.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Cilacap, Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana meminta masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah untuk menerapkan Social dan Physical Distancing, menjaga kebersihan, untuk memutus mata rantai persebaran virus Corona.

Sebab penyemprotan desinfektan yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan bekerja maksimal, apabila masyarakat tidak disiplin di lingkungan kerja maupun tempat tinggal, dalam melaksanakan apa yang menjadi himbauan pemerintah pusat maupun kabupaten. Penyemprotan juga harus tepat  mengingat pintu masuk di Cilacap cukup banyak.

“Tetap berdoa kepada Tuhan YME, karena apapun usaha kita tanpa berdoa akan sia sia. Saya berharap kegiatan pagi ini dapat membantu masyarakat di sekitar kita”, kata Danlanal.

Sementara itu Kapolres Cilacap, AKBP Derry Agung Wijaya menyampaikan 6 Maklumat Kapolri yang mengacu pada asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto). Maklumat tersebut yakni : 1. tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Misalnya pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, dan kegiatan lainnya yang sejenis. Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga. Kegiatan olah raga, kesenian dan jasa hiburan. Unjuk rasa, pawai dan karnaval.

Serta kegiatan lainnya yang sifatnya berkumpulnya massa. 2. Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan himbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

3. Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

4. Tidak melakukan pembelian dan/atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan. 5. Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. 6. Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat.

Komandan Kodim 0703/Cilacap, Letkol Inf. Wahyo Yuniartoto bahkan memberikan ide dan gagasan untuk penanganan wabah Corona, agar seluruh OPD dan elemen lainnya membuka kran komunikasi seluas-luasnya. Dinas Perhubungan diminta berkomunikasi dengan ORGANDA untuk memetakan dan menentukan titik kedatangan pendatang.

Mereka harus menjalani pemeriksaan ketat untuk mengetahui potensi dan ancaman persebaran virus Corona yang mungkin terjadi. Dinas Perhubungan juga diminta membuka jaringan di tiap Provinsi dan Kabupaten/Kota, untuk memantau kedatangan pemudik. Pemangku wilayah di tingkat RT dan RW juga diminta aktif untuk mendata tiap pendatang, untuk meminimalisir potensi ancaman tersebut.

“Langkah konkret kita adalah menekankan agar masyarakat tidak kemana-mana. Social Distancing dipedomani dengan baik dan benar. Tidak ada pilihan lain”, tegas Dandim.(dn/kominfo)

0 Response to "Forkopimda Cilacap Lakukan Desinfeksi Massal, 43 Kendaraan Dikerahkan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel