Iklan

Merapi Erupsi Menyebabkan Hujan Abu di Berbagai Wilayah


Yogyakarta - Gunung Merapi mengalami erupsi dengan tinggi kolom 6 kilometer di atas puncak pukul 05.32 WIB pada Selasa 3 Maret 2020. Awan panas terlontar hingga sejauh 2 kilometer ke arah Kali Gendol di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida mengatakan penyebabnya karena adanya tekanan gas. "Erupsi dominan gas, tapi ada magmatis. Ini kan sudah sejak Agustus 2018 sudah keluar magmanya. Tapi masih dominan gas," katanya saat ditemui di kantornya pada Selasa 3 Maret 2020.

Karena debunya agak banyak, masyarakat diimbau memakai masker.

Awan panas terpantau meluncur hingga 2 kilometer ke arah Kali Gendol. Sedangkan abu vulkanik ke arah utara, hingga radius 10 kilometer. "Boyolali itu yang kena dampak abunya. Karena debunya agak banyak, masyarakat diimbau memakai masker. Ketebalan abu vulkanik ada yang 1 milimeter dan 2 milimeter tergantung jaraknya (dengan puncak)," ucapnya.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida saat ditemui di kantornya pada Selasa 3 Maret 2020. (Foto:
Hanik mengatakan gejolak Merapi ini murni karena tekanan gas dari dalam. Apakah akan muncul magma ke permukaaan seperti pada Agustus 2018 masih dilakukan pemantauan. "Kita tunggu ke depannya seperti apa," ucapnya.

Hanik mengatakan status Gunung Merapi saat ini masih di level II atau Waspada. Masyarakat di sekitar lereng juga belum perlu mengungsi.

Ia hanya mengimbau supaya tidak ada aktivitas manusia di radius tiga kilometer dari puncak. Pihaknya juga akan terus memberikan informasi update aktivitas Gunung Merapi baik melalui media sosial maupun radio.

Hujan abu di Klaten
Hujan abu terjadi di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah setelah Merapi Erupsi pada Selasa 3 Maret 2020 pagi. (Foto: Grup WA Alumni SMAN Jatinom/Tagar/Ridwan Anshori)

"Kondisi Merapi saat ini masih seperti kemarin, artinya tidak ada potensi bahaya yang lebih dari radius tiga kilometer dari puncak. Masyarakat belum perlu mengungsi," ucapnya.

Hanif Mulyawan, warga Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, mengatakan dampak erupsi Merapi membuat hujan abu di sejumlah di wilayah Klaten seperti Kecamatan Jatinom dan Delanggu. "Hujan abu di Jatinom dan Delanggu," katanya dalam grup WA alumni SMAN Jatinom. []

0 Response to "Merapi Erupsi Menyebabkan Hujan Abu di Berbagai Wilayah "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel